Kenali Berbagai Macam Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat?

SehatQ
16-07-2020 19:39:46 WIB
Kenali Berbagai Macam Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat?Menambahkan garam dapat memberi suatu cita rasa sehingga membuat makanan terasa lezat dan menggugah selera untuk dinikmati, Garam menjadi salah satu bahan masakan yang cukup penting. 

Akan tetapi, menambahkan garam secara berlebihan bisa membuat makanan menjadi terlalu asin dan memicu tekanan darah tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa terdapat berbagai jenis garam yang dapat digunakan. Apa saja?

 
Beragam jenis garam

Garam merupakan mineral kristal yang terbuat dari dua unsur, yaitu sodium dan klorin. Berbagai jenis garam tak hanya berbeda dari segi rasa dan tekstur, namun juga dalam kandungan mineral dan sodiumnya. Adapun jenis-jenis garam yang bisa Anda tambahkan ke dalam masakan, di antaranya:

1. Garam meja

Garam meja merupakan garam yang biasa digunakan saat memasak. Garam ini memiliki tekstur yang sangat halus karena telah melewati banyak proses pengolahan. Garam meja juga hampir seluruhnya mengandung natrium klorida murni 97% atau lebih tinggi. 

BACA JUGA :
  1. Lowongan Kerja PT KMK Global Sports Cikupa Tangerang
  2. Cara Budidaya Tiger Fish yang Sedang Tren, Satu Ekor Sampai Dihargai Rp 1 Juta
  3. Harus Tahu, Lakukan Ini Supaya Bisa Menghemat Kuota di WhatsApp
  4. Hukum Berbicara ketika Sedang Berwudhu
  5. Kabar Gembira Buat Pelanggan Telkomsel, Kuota 20 GB Cuma Rp 20 Ribu, Ada Juga Link Kuota Gratis 15 GB
  6. Di Dunia Hanya Ada Dua Tempat, Uniknya Api Biru di Kawah Ijen
Selain itu, garam meja mengandung pula caking agents agar tidak mudah menggumpal. Garam meja juga diperkaya oleh yodium untuk mencegah masyarakat kekurangan yodium. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hipertiroidisme, cacat intelektual, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

2. Garam laut

Garam laut dihasilkan dengan cara menguapkan air laut. Sama halnya dengan garam meja, garam laut juga mengandung banyak natrium klorida. Namun, bergantung pada sumber dan prosesnya, garam ini juga dapat mengandung berbagai mineral, seperti kalium, zat besi, dan zinc. 

Semakin gelap warna garam laut, maka semakin tinggi kandungan kotoran dan unsur mineralnya. Sebab garam laut murni dibuat di laut sehingga bisa saja tercemar oleh sejumlah logam berat dan mikroplastik. Garam laut memiliki tekstur yang lebih kasar dan rasa yang lebih kuat dari garam meja. Kotoran dan mineral yang ada di dalamnya juga bisa memengaruhi rasa garam tersebut.

3. Garam himalaya

Garam himalaya mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Garam ini berasal dari tambang terbesar kedua di dunia, yaitu Khewra Salt Mine yang terletak di Pakistan. Garam himalaya berwarna merah muda karena mengandung sejumlah besi oksida. Tak hanya itu, garam ini juga mengandung sejumlah kecil kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium. Dibandingkan garam meja, garam himalaya mengandung natrium yang lebih rendah. 

4. Garam kosher

Garam kosher memiliki tekstur yang kasar dan tak beraturan, namun sangat efisien dalam mengekstraksi darah. Bukan hanya pada tekstur, perbedaannya dengan garam meja juga terletak pada ukuran di mana garam kosher memiliki ukuran yang besar sehingga lebih mudah diambil dengan jari-jari untuk ditaburkan di atas makanan. 

Garam ini juga tidak mengandung agen anti-caking dan yodium sehingga mudah menggumpal. Akan tetapi, jika larut dalam makanan, garam kosher memiliki rasa yang tak jauh beda dengan garam meja.

5. Garam celtic

Garam celtic adalah jenis garam laut yang memiliki warna keabu-abuan. Garam ini juga mengandung sedikit air sehingga membuatnya cukup lembap. Garam celtic mengandung sejumlah mineral, namun kadar natriumnya lebih rendah daripada garam meja.

Mana jenis garam yang paling sehat?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membandingkan efek kesehatan dari berbagai jenis garam. Kalaupun ada, maka akan kecil kemungkinannya untuk ditemukan perbedaan yang besar. Sebab kebanyakan garam pada dasarnya memiliki kandungan serupa yang terdiri dari natrium klorida dan sejumlah kecil mineral. 

Oleh sebab itu, Anda dapat menambahkan garam apa pun ke dalam masakan untuk memberi rasa. Namun, pastikan tidak berlebihan. Selain itu, akan lebih baik jika Anda memilih garam yang beryodium karena bisa membantu mencegah efek berbahaya dari kekurangan yodium. Akan tetapi, bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi kurangilah asupan garam karena bisa mendatangkan masalah.

 
 
 

Related Post

Kisah Om Musli, Kuli Bangunan Didik Anaknya Sampai Jadi Prajurit TNI

MERDEKA.COM

5 Pelajaran Sekolah Ini Lho yang Penting Banget Untuk Kehidupan Sehari-Hari

LOOP.CO.ID

Hukum Berbicara ketika Sedang Berwudhu

NU.OR.ID

Referensi Membuka Usaha Bakso Kemasan Ekonomis

GOUKM

Ini Cara Aktivasi Promo Telkomsel 5GB Cuma Rp 10, Cek Daftar Paket Internet Murah Juni 2020

TRIBUNNEWS

Menjelajahi Indahnya Kota Batu Petra di Yordania, Berasa di Jaman Dahulu

DETIK

Advertise

NU CARE 20-06-2020 Yok Salurkan Fidyah Kita Ke NU Care-LAZISNU
Assalamu'alaikum, Sahabat Peduli !!!Bagi saudara-saudari muslim yang sedang hamil, sakit parah, tua

Tren Konten

Lowongan Kerja JNE Express

DIAN RAHAYU

Lowongan Kerja PT Bank BCA Agustus 2021

DIAN RAHAYU

Lowongan JNE Express Terbaru 2021

FESTMAGZ

Terbaru

Insurance regulates, supervises and protects

OJK

14 Lowongan Kerja di Indofood untuk Lulusan SMA/SMK, D3, dan S1

KOMPAS

Makan Sayur Bayam dengan Lauk Tempe Goreng apakah Berbahaya?

ALA DOKTER

Rawon Daging Sapi Khas Jawa Timur untuk Santap Malam Spesial

KULINER INDONESIA