Mengkonsumsi Minuman Soda Berlebih Tingkatkan Resiko Osteoporosis?

SehatQ
16-07-2020 19:35:42 WIB
Mengkonsumsi Minuman Soda Berlebih Tingkatkan Resiko Osteoporosis?Penelitian seputar hubungan minuman soda dan risiko osteoporosis terus bermunculan. Dari Tufts University, ada penelitian terhadap beberapa perempuan dan laki-laki. Hasilnya, perempuan yang mengonsumsi minuman soda secara berkala memiliki kepadatan mineral tulang 4% lebih rendah.

Jika diamati, orang yang terbiasa mengonsumsi minuman soda berarti tidak mengonsumsi minuman bernutrisi lainnya. Ibaratnya, volume minuman untuk yang bernutrisi sudah tergantikan oleh minuman soda.

 
Kegemaran mengonsumsi minuman soda saat beraktivitas sehari-hari bisa berdampak buruk terhadap tulang. Meski tidak berhubungan secara langsung, para ahli menyebutkan orang yang terlalu sering mengonsumsi minuman soda justru jarang minum susu mengandung kalsium. Hal ini menyebabkan risiko osteoporosis dan patah tulang meningkat.

Hubungan minuman soda dan osteoporosis

Diduga kandungan asam fosfat dalam minuman bersoda yang memicu risiko osteoporosis. Fosfor adalah mineral yang sangat penting untuk tulang. Namun ketika jumlah asupan fosfor tak sebanding dengan kalsium, maka risiko tulang keropos bisa mengintai.

Tak hanya itu, kandungan kafein baik dalam minuman bersoda maupun tidak bisa mengintervensi penyerapan kalsium dalam tubuh. Dalam penelitian di Tufts University itu, ditekankan bahwa minuman bersoda baik yang mengandung kafein maupun tidak menyebabkan kepadatan tulang lebih rendah.

BACA JUGA :
  1. Bisnis UKM buat Pemula dan Tipsnya Agar Banyak Untung
  2. Kenali Berbagai Macam Jenis Garam, Mana yang Paling Sehat?
  3. Beruntung Jika Punya Uang 100 Rupiah Tahun 1992, Ini Misteri Uang Kertas Paling Kontroversial
  4. Bagi yang Belom Tahu Cara Cek Porsi Keberangkatan Haji, Caranya Begini Lho
  5. Ini Bahayanya Jika Turunkan Masker Sampai ke Dagu dan Leher Saat Makan
  6. Bersiap Untuk Masa Depan, Bisnis Pensiunan Agar Tetap Produktif
Di penjuru dunia, osteoporosis berdampak pada setidaknya 200 juta orang. Ketika kepadatan mineral tulang menurun, maka risiko patah tulang pun meningkat.

Jadi, jika merunut apa saja faktor yang berpengaruh terhadap osteoporosis, bisa diklasifikasikan menjadi:

  1. Usia
  2. Jenis kelamin
  3. Konsumsi alkohol
  4. Kebiasaan merokok
  5. Asupan nutrisi
Asupan nutrisi terutama kalsium inilah yang berkaitan dengan frekuensi seseorang mengonsumsi minuman soda.

Lebih berisiko terhadap perempuan?

Sebelumnya, ada banyak penelitian yang mengobservasi hubungan antara mengonsumsi minuman bersoda dan berkurangnya kepadatan mineral tulang pada remaja dan perempuan dewasa.

Namun, korelasi antara soda dan osteoporosis belum terlalu signifikan. Contohnya, ada yang menemukan korelasi dari soda merek tertentu namun tidak menemukan hasil yang sama pada soda merek lainnya.

Untuk menginvestigasi hal ini, diambil data dari Women’s Health Initiative. Subjek penelitian adalah 161.808 perempuan yang sudah melewati fase menopause. Semua data lengkap terkait kesehatan dan gaya hidup dikumpulkan untuk meneliti korelasi antara minuman bersoda dan osteoporosis.

Hasilnya, konsumsi soda menunjukkan ada 26% peningkatan risiko patah tulang di pinggang. Ini terjadi pada perempuan yang dalam sepekan mengonsumsi 14 porsi minuman soda, dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengonsumsi soda sama sekali.

Meski demikian, penelitian ini tidak menemukan korelasi antara konsumsi soda dan kepadatan mineral tulang. Mengingat ada banyak faktor yang ikut berperan, peneliti pun mengingatkan bahwa bisa jadi kandungan gula dalam minuman bersoda juga menyebabkan kalsium dan homeostasis tidak seimbang.

Bijak mengonsumsi soda

Sama seperti minuman isotonik, tidak ada yang melarang sama sekali konsumsi minuman soda. Hanya saja, kembali kepada pilihan setiap individu, seberapa bijak mengganti minuman bernutrisi atau bahkan air putih dengan minuman bersoda?

Beberapa cara bijak mengonsumsi minuman bersoda adalah:

Bagi yang tidak bisa menjalani hari tanpa mengonsumsi minuman bersoda, batasi hanya 1 kaleng per hari atau pilih minuman dengan kadar soda lebih sedikit

Ganti konsumsi minuman bersoda dengan segelas susu atau jus jeruk untuk menambah asupan kalsium

Konsumsi sarapan dengan tambahan kalsium seperti dari susu, yogurt, dan kacang almond

Apabila tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, konsumsi suplemen yang sesuai (atas rekomendasi dokter)

Mengonsumsi semuanya dalam porsi wajar adalah kunci untuk menjaga kesehatan, tak hanya soal risiko osteoporosis dan kondisi kepadatan tulang. Terlepas dari penelitian seputar soda dan osteoporosis yang masih terus berkembang, jika ada minuman lain yang lebih bernutrisi sekaligus tidak berisiko, mengapa tidak memilih yang lebih sehat?

 
 
 

Related Post

Sejarah Kota Bandung, Kota Kembang Parijs van Java

WIKIPEDIA

Resep Ayam Betutu, Kuliner Khas Bali yang Sering Buat Turis Asing Penasaran

MSN.COM

Inilah Sebagian Ikhtiar Guna Memperluas Rezeki: Shalat, Shalawat, Istighfar

NU.OR.ID

Nasi Sisa? Coba Bikin Arancini, Nasi Kepal Goreng ala Italia

KOMPAS.COM

Usia Renta Tak Halangi Jamiah Nafkahi Keluarga

ACT

Salah Kaprah, Hasil Tanaman di atas Tanah Gadai Hak Siapa?

BATUMARTAUPDATE

Advertise

NU CARE 20-06-2020 Yok Salurkan Fidyah Kita Ke NU Care-LAZISNU
Assalamu'alaikum, Sahabat Peduli !!!Bagi saudara-saudari muslim yang sedang hamil, sakit parah, tua

Tren Konten

Lowongan Kerja JNE Express

DIAN RAHAYU

Lowongan Kerja PT Bank BCA Agustus 2021

DIAN RAHAYU

Lowongan JNE Express Terbaru 2021

FESTMAGZ

Terbaru

Insurance regulates, supervises and protects

OJK

14 Lowongan Kerja di Indofood untuk Lulusan SMA/SMK, D3, dan S1

KOMPAS

Makan Sayur Bayam dengan Lauk Tempe Goreng apakah Berbahaya?

ALA DOKTER

Rawon Daging Sapi Khas Jawa Timur untuk Santap Malam Spesial

KULINER INDONESIA